Home / Berita Umum / Area Pemakaman Justru Jadi Tempat Favorit untuk Bertransaksi Sabu di Lamongan

Area Pemakaman Justru Jadi Tempat Favorit untuk Bertransaksi Sabu di Lamongan

Area Pemakaman Justru Jadi Tempat Favorit untuk Bertransaksi Sabu di Lamongan – Area pemakaman yang sepi malah jadi tempat favorite untuk bertransaksi barang haram di Lamongan. Perihal ini tersingkap saat polisi tangkap beberapa pengedar barang haram alias narkoba saat bertransaksi di Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Masalah paling akhir yang disibak ialah penangkapan aktor pengedar sabu serta obat keras yang masuk dalam rincian G, yakni pil Dobel L. Tidak cuma mengedarkan barang gelap, aktor yang ditangkap petugas ini pula bertransaksi dalam tempat gelap serta sepi, yakni makam.

“Kami sukses mengamankan seseorang tersangka pengedar yang bernama Luthfianto alias Bolet saat akan bertransaksi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Dadapan, Kecamatan Solokuro,” jelas Kasatreskoba Polres Lamongan AKP Djoko Bisono pada wartawan di Mapolres Lamongan, Selasa (5/3/2019).

Disebutkan Djoko, tertangkapnya Luthfianto, masyarakat Desa Dadapan, Kecamatan Solokuro ini karena info dari penduduk yang memberi tahu polisi terdapatnya penyalahgunaan serta peredaran sabu serta pil dobel L di lokasi Kecamatan Solokuro. Waktu lakukan penyidikan, kata Djoko, polisi lalu menyimpan berprasangka buruk serta tangkap seorang yang lalu didapati bernama Luthfianto itu waktu ada di sekitar makam desa.

“Waktu dikerjakan pemeriksaan diketahui tanda bukti berbentuk 2 plastik klip berisi sabu di helm warna hitam yang digunakan terduga serta seribu lebih Pil Doble L,” jelas Djoko yang menyebutkan jika polisi pun mengamankan handphone serta motor aktor.

Tertangkapnya Luthfianto, lanjut Djoko nyatanya sukses membimbing polisi ke terduga yang lain. Hasil dari peningkatan, pihaknya mengamankan Gilang Adi Sasongko (24), masyarakat Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Jombang yang diamankan bersama dengan beberapa tanda bukti barang haramnya.

“Mungkin sebab makam dipandang sepi serta hampir tidak ada yang perhatian hingga mereka memakainya menjadi tempat transaksi,” tutur Djoko.

Awal mulanya, beberapa waktu lalu, polisijuga mengamankan pengedar narkoba yang berlaga di Tempat Pemakaman Umum. Waktu itu, seseorang pedagang asongan mengakui kepepet keperluan hingga pada akhirnya nekat berjualan barang haram serta bertransaksi di Tempat Pemakaman Umum Desa Paji, Kecamatan Pucuk.

About admin