Home / Berita Umum / Kultur PKS Jauh Berbeda Dengan NU

Kultur PKS Jauh Berbeda Dengan NU

Kultur PKS Jauh Berbeda Dengan NU – PPP mulai bicara masalah manuver PKS merapat ke tokoh NU. Buat PPP yang diketahui dekat dengan NU, kultur PKS jauh berlainan.

“Syukurlah, bila pada akhirnya ada yang bersemi perasaan cinta pada NU serta kiai NU. Cinta NU itu mengerti perjuangan serta pengorbanan kiai untuk tegaknya NKRI. Cinta yang tegak lurus untuk merah putih. Mudah-mudahan kebiasaan sowan ke kiai serta ulama NU bukan sekedar waktu pemilu saja,” ucap Waketum PPP Arwani Thomafi pada wartawan, Selasa (11/12/2018.

Bila memang PKS ingin ‘menggaet’ NU, Arwani menyebutkan ada beberapa perihal yang perlu dimengerti. Diantaranya, kata Arwani, berkaitan kultur NU.

“PKS mesti memahami kultur serta kebiasaan NU. Organisasi NU dengan kelembagaan meneguhkan semangat kembali pada khitah 1926, dimana NU ada dalam tempat tengah, tidak ikut serta politik praktis,” ucap ia.

“Kebiasaan serta kultur kiai, ulama serta NU berlainan dengan kultur PKS. Ini yang perlu dimengerti PKS. Kultur itu muncul serta tumbuh bersama dengan dalam kebiasaan panjang pesantren di nusantara. Mengenai PKS, kelahirannya datang dari aktivis tarbiyah,” tambah Arwani.

Arwani menyebutkan kebiasaan keagamaan pada PKS serta NU ikut beda. Ia minta PKS memahaminya.

“Implikasinya kebiasaan keagamaan diantara ke-2 organisasi itu berlainan, contohnya yang satu sama dengan tahlil serta ziarah pendam, yang satu demikian sebaliknya. Keadaan ini seharusnya dimengerti benar elite PKS,” kata Arwani.

Sekjen PPP Arsul Sani tidak cemas PKS mendekati NU. Ia menyebutkan PKS cuma tengah bersilaturahmi.

“PPP tidak lihat itu dengan cemas. Ulama NU itu dalam soal bersilahturahmi pelihara ukhuwah Islamiyah memang terbuka pada siapa juga termasuk juga pada mereka yang di PKS. Perintah menyukai ulama dari Ketua Majelis Syuro PKS itu ikut perihal yang normatif saja, sebab menyukai ulama itu memang sisi dari ajaran Islam,” ucap Arsul.

Namun, Arsul melihat beberapa hal yang berlainan pada PKS serta NU. Dengan budaya atau kultur politik ataupun pandangan keagamaan, Arsul menyebutkan banyak kelompok PKS yang jauh dari kultur politik serta pandangan keagamaan yang dipegang serta dipraktikkan oleh golongan nahdliyin.

“Demikian juga golongan nahdliyin itu lihat PKS tidak sebatas menjadi partai politik, tetapi pergerakan keagamaan yang banyak dipandang bisa menjadi ‘kompetitor’ ormas-ormas Islam, bukan sekedar NU tapi ikut Muhammadiyah, dan sebagainya,” ucapnya.

Awal mulanya dikabarkan, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri berjumpa dengan kiai kharismatik Kholil As’ad Syamsul Arifin Situbondo.

Apa pertemuan itu sisi dari usaha PKS ‘mengambil hati’ tokoh NU? Yang pasti instruksi Ketua Majelis Syuro PKS supaya partainya menyukai ulama.

“Perintah Ustaz Salim pada semua kader PKS untuk selalu patuh serta cinta ulama, serta NU ialah rumah beberapa ulama,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

About admin