Home / Berita Umum / Operasi Aparat Terhadap Dalang Dari Pil PCC

Operasi Aparat Terhadap Dalang Dari Pil PCC

Operasi Aparat Terhadap Dalang Dari Pil PCC – Jantung Brigadir Jenderal Eko Daniyanto berdegup cukup kencang, Saat itu, Eko tengah memimpin operasi penangkapan Budi Purnomo, bos pabrik narkotika yang hasilkan pil paracetamol, caffeine, carisoprodol (PCC).

Telah enam bulan, dengan penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkotika Badan Reserse Kriminal Polri, Eko mengendus hadirnya Budi. Semalam lebih dahulu, Budi terdeteksi ada pada satu hotel di Bekasi, Jawa Barat.

Benak Eko sempat dihampiri kekhawatiran. Karna, Budi seringkali lolos saat juga akan ditangkap. “Orang ini lincah masing-masing kami ikuti, ” kata lelaki yang menjabat Direktur Tindak Pidana Narkotika Badan Reserse Kriminal Polri.

Eko memutar otak dan meletakkan jebakan dengan memerintahkan anak buahnya menyamar jadi penyidik yang menginginkan disuap. Penyamaran dijalankan.

Penyidik yang menyamar itu lantas menawarkan jasa untuk melewatkan Budi dari penangkapan. Prasyaratnya, fulus Rp 500 juta dan lekas diantar Budi. Tujuan sepakat dengan tawaran jasa itu.

Kekhawatiran Eko bisa dibuktikan. Budi tidak datang sendiri namun menyuruh seorang pemuda, yg tidak lain anaknya sendiri. Eko naik pitam. Ia menginterogasi sang pemuda untuk perlihatkan tempat Budi bersembunyi.

Tidaklah perlu waktu lama, Eko bergegas menuju kamar 1410 Hotel Aston, Bekasi. Cocok jam 04. 00 WIB, Eko mencokok Budi. “Sejak enam bulan selanjutnya kami kerjakan penyelidikan pada orang, dengan inisial BP, tetapi susah sekali, ” kata Eko.

Penangkapan Budi yaitu pengembangan permasalahan pil PCC yang sempat menggelisahkan warga di Kendari, Sulawesi Tenggara, pertengahan September tempo hari. Saat itu, sebagian puluh remaja tidak sadarkan diri setelah mengkonsumsi PCC dengan minuman lebih daya. Enam satu diantaranya bahkan dijemput ajal.

Polisi rasakan pil yang dulu digunakan untuk mengobati penyakit jantung itu dikirim dari Pulau Jawa. Sembari memantau Kendari, polisi bergerak mengendus siapa pengirim barang. Tidak dinyana, pengirim rupanya juga akan kirim ulang barang seperti ke Kendari lewat Makassar.

Tidak berapakah lama, polisi mencokok Muhammad Said Aqil Siraj jadi pengirim. Dari Said, usaha pil makin jelas terungkap. Polisi lantas menangkap Wil Yendra. Ke-2 tersangka ini lantas mengakui, PCC yang akan dikirim miliki pasangan suami istri Budi Purnomo dan Leni Kusmiati Wulan, yang punyai pabrik pil di sebagian tempat.

Berbekal informasi dua kaki tangan yang punyai pabrik, Polisi lantas menggerebek rumah Budi-Leni di Bekasi, Jawa Barat. Dari penggerebekan itu, polisi cuman menangkap Leni, tengah Budi berhasil lolos. Dari Leni, jejak Budi lamat-lamat terendus. Ia selanjutnya ditangkap setelah kirim uang yang diantarkan anaknya.

About admin