Home / Selebriti / Penyesalan Ridho Rhoma Setelah Tersandung Masalah Narkoba

Penyesalan Ridho Rhoma Setelah Tersandung Masalah Narkoba

Penyesalan Ridho Rhoma Setelah Tersandung Masalah Narkoba – Penyanyi dangdut Ridho Rhoma bikin umum terperanjat pada akhir minggu lantas lantaran tersandung masalah narkoba.

Putra Raja Dangdut Rhoma Irama ini di tangkap di satu hotel di lokasi Daan Mogot, Jakarta Barat, atas kepemilikan serta mengkonsumsi narkotika type sabu, Sabtu (25/3/2017) awal hari kemarin.

Dari tangannya, polisi mengambil alih sabu seberat 0. 7 gr yang disimpan dalam kantong kertas cokelat di jok depan kiri mobil Honda Civic yang ia tumpangi. Polisi juga temukan alat isap type bong.

Hari itu juga, Ridho melakukan tes urine serta akhirnya menyebutkan ia positif konsumsi sabu. Ridho juga beralih status dari ” pangeran dangdut ” jadi tersangka masalah narkoba.

Tetapi sang bapak serta saudara-saudaranya berasumsi Ridho hanya korban dari obat-obatan terlarang. Karenanya, pihak keluarganya lewat kuasa ajukan permintaan rehabilitasi untuk Ridho, Minggu (26/3/2017).

Hal semacam ini di sampaikan oleh Wakapolres Jakarta Barat AKBP Adex Yudiswan dalam wawancara di Polres Metro Jakarta Barat, Senin (27/3/2017) tempo hari.

Karenanya, Ridho juga dibawa ke Tubuh Narkotika Nasional (BNN) manfaat melakukan tes laboratorium. Sekira jam 14. 45 WIB, Senin (27/3/2017) siang, Ridho pada akhirnya nampak ke umum sesudah dua hari mendekam dibalik jeruji.

Ia yang kenakan blazer biru tua, celana jins abu-abu, serta sandal terlihat jalan dari pintu paling utama gedung Polres Jakarta Barat sembari diapit oleh tiga petugas kepolisian.

Ridho selalu menundukkan kepala, sesaat berwajah tertutup buff atau penutup muka dan topi hitam. Waktu dihampiri mass media, Ridho diam seribu bhs.

Dengan sigap tiga petugas kepolisian yang mendampinginya segera menggiring Ridho masuk kedalam mobil Innova hitam yang telah terparkir di halaman Polres Jakbar.

Sama seperti saat pergi, pelantun ” Menunggumu ” ini dapat tetaplah pilih bungkam waktu menginjakkan kaki di BNN sekira jam 15. 10 WIB. Ia segera masuk ruangan laboratorium BNN dengan tangan terborgol.

Menyusul lalu kakak tertua Ridho, Debby Veramasari, berbarengan sebagian kerabatnya yang lain.

Kurang lebih 1/2 jam lalu, Ridho yang masihlah dikawal ketat penyidik keluar dari ruangan laboratorium lantas bergegas ke masuk mobil untuk kembali pada sel tahanan Polres Jakarta Barat.

Deputi Bagian Pemberantasan BNN, Irjen Armand Depari, mengungkap kalau Ridho melakukan kontrol kandungan narkotika dalam darah serta rambutnya.

” Rangkaian kontrol darah serta rambut untuk tahu tingkat serta lama penggunaan yang berkaitan apakah telah kritis atau belum, ” tutur Armand dalam wawancara di BNN, Senin sore.

Terkecuali kontrol dengan cara laboratoris, setelah itu Ridho akan melakukan tes psikologi oleh tim assessment.

Hasil tes laboratorium Ridho itu baru bakal keluar tiga hari lagi, lalu dapat ditetapkan apakah Ridho butuh direhabilitasi atau tak.

” Akhirnya lebih kurang tiga hari. Kemudian bakal dikerjakan asessment oleh tim asessment terpadu. Rangkuman tim asesmen ini kelak bakal dipakai untuk mengambil keputusan apakah yang berkaitan butuh dikerjakan rehabilitasi atau tak, ” tutur Armand.

” Bila umpamanya hasil tim asessment tak mereferensikan rehabilitasi, jadi kami tak perlu rehab (Ridho), ” imbuhnya.

Menyesal serta mohon maaf

Manajer Ridho, Tanti, yang datang menengoknya di Polres Jakarta Barat, Senin siang tempo hari, mengemukakan permintaan maaf dari Ridho pada beberapa penggemarnya.

” Dia keinginan maaf pada fansnya. Juga pada sebagian client yang telah ingin bekerja sama juga dengan dia. Dia hanya menginginkan di sampaikan maaf, ” ucap Tanti.

Menurut Tanti, walau ia mengaku beberapa kontrak kerja Ridho sangat terpaksa batal serta terlambat lantaran masalah penyalahgunaan narkotika yang menjeratnya, tidak ada client mereka yang menuntut ganti rugi.

” (Kontrak dibatalkan?) Pastinya. (Client) tidak (minta ganti rugi). Mereka begitu mengerti, ngertilah. Client kami baik-baik semua, ” tutur Tanti.

Penyesalan Ridho lantaran sudah terperosok ke dunia narkoba sepanjang dua th. terakhir, nyatanya bikin kakaknya Vicky Zulfikar terasa bersukur.

Kenapa? Karenanya bermakna Ridho mengerti kekeliruannya serta diinginkan ia kapok untuk menyentuh barang haram itu lagi.

” Ya dia menyesal, alhamdulillah. Tujuannya dia menyesal dengan peristiwa ini serta pasti khilaf Kami keluarga mengharapkan ini jadi pelajaran. Namanya manusia kan tentu ada khilafnya, ” kata Vicky selesai menjenguk Ridho di sel tahanan Polres Jakarta Barat, Senin (27/3/2017).

” Apa yang berlangsung saat ini mesti ditutup serta jadi lembaran baru. Langkah yang akan datang mesti baik, pergaulannya juga, ” timpal kakak tertua Ridho, Debby Veramasari.

About admin